Posts Tagged Artikel
How To : Use Easy MP3 Cutter
Berikut ini adalah 5 langkah mudah cara penggunaan easy mp3 cutter, yaitu software yang berfungsi untuk memotong (cut) lagu lagu kesukaan anda sehingga anda dapat memakainya sebagai ringtone hape anda.
Bagi yang belum mempunyai softwarenya, klik ajah link di bawah ini untukmendownload nya secara gratis.
http://www.ziddu.com/download/3131434/easy-mp3-cutter.exe.html
Langkah ke I
Setelah selesai menginstal, jalankan program easy mp3 cutter. Maka tampilan berikut akan keluar, karena software ini versi trial (uji coba) pilih “launch trial version”
Biarpun versi trial selama 30 hari tenang ajah, software ini dapat berfungsi sepenuhnya.
Langkah ke II
- Setelah tampilan nya terbuka, klik “add file” untuk menambahkan file mp3 yang kita ingin potong.
- Lalu klik open jika file yang ingin kita potong sudah ada.
3. Disini saya menggunakan lagunya Jason Mraz yang jdulnya “Lucky”
Langkah III
- Klik tanda play pada point 1 untuk mendengarkan lagu yang akan kita potong.
- 2. Isi point no 2 setelah tahu akan mulai dari menit keberapa kita memotongnya.
- 3. Dan isi point no 3 dengan waktu dimana kita akan menyudahinya.
Langkah IV
Anda juga dapat menggunakan mouse untuk menandai dimana anda akan memulai dan berhenti.
- Klik kanan untuk menandai dimana anda akan mulai memotong lagu tersebut. Disini saya mulai pada menit ke 01:18 yaitu awal reff kedua dari lagu tersebut.
- Klik kiri untuk menandai dimana kita akan berhenti. Disini saya tandai di menit 01:46.
Langkah V
Putarlah berulang ulang sehingga anda dapatkan potongan lagu yang benar benar pas dan enak ketika di loop (diputar berulang-ulang).
- Setelah yakin dengan potongan yang sudah anda tandai, klik add untuk menambahkan kedaftar lagu yang akan di split. (dalam versi trial ini anda bisa melakukan pemotongan sampai 5 lagu dalam waktu bersamaan, agar lebih mudah, coba satu satu ajah dulu)
- Maka lagu yang akan dipotong pun masuk kedalam daftar, disana tertera waktu start dan stopnya, serta durasinya.
- Tentukanlah dimana anda akan menyimpan hasil potongan tersebut dengan meng klik ikon folder di point 3.
- Lalu klik “split” untuk memulai proses pemotongan. Tunggu sampai selesai, setelah itu anda dapat mendengarkan hasilnya di mp3 player yang ada dikomputer anda seperti winamp atau yang lain.
That’s it, 5 langkah mudah untuk mendapatkan ringtone yang “gue banget” yang beda dari orang kebanyakan. Apabila henpon anda tidak mensupport format mp3 untuk dijadikan ringtone, anda bisa menggunakan software audio converter. Berhubung software nya belum ada, untuk download dan tutorialnya menyusul, untuk saat ini itu saja, pastikan teman anda tercengan mendengar ringtone baru anda.
Semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk meninggalkan komentar anda di artikel ini.
Add comment February 15, 2009
Cimot yang pertama
Artikel dibawah ini merupakan kiriman saudara Dani Madea. Walaupun di prolouge gw tekanin jangan copy paste, tapi untuk menyampaikan suatu kebenaran bolehlah kita mengutip kata-kata orang, dan kita juga maklum teman kita masih berstatus mahasiswa, sang juru kunci yang sedang berjuang sendiri. Kenapa gw menganggap saudara Dani Madea meng copy paste, karena setelah gw baca isinya…
“ga mungkin” “ga banget” bukan cimot banget…. atau jangan-jangan di Bulan yang penuh rahmat dan magfiroh ini, saudara Dani Madea mendapatkan pencerahan dari Sang Penguasa Alam???
Who knows…..
CINTAILAH ALLAH DAN RASULNYA
Ini gue dapet saat gue ikut workshop pendidikan mudah2an dapat berguna buat temen2….
Detik-detik Rasulullah saw menjelang sakratul maut yang dicontohkan Allah lewat kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, meski langit telah mulai menguning,burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah. “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, Sunnah dan Al Qur’an.Barang siapa mencintai Sunnahku, berati mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku.” Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu.
Sayyidina Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Sayyidina Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya, Sayyidina Ustman menghela napas panjang dan Sayyidina Ali menundukkan kepalanyadalam-dalam, Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. “Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” desah hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Sayyidina Ali dan Sayyidina Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar-.Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa.
Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup, Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Sayyidatina Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Sayyidatina Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Sayyidatina Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?” “Tak tahulah aku ayah, sepertinya ia baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Beliau lembut. Lalu, Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak dikenang. “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia.
Dialah malakul maut,” kata Rasulullah. Sayyidatina Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
“Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?” tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu.” kata Jibril. Tapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan, “Engkau tidak senang mendengar kabar ini?” tanya Jibril lagi, “Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku : ‘Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya.” kata Jibril. Perlahan ruh Rasulullah ditarik,Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang, “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” Lirih Rasulullah mengaduh. Sayyidatina Fatimah terpejam, Sayyidina Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril membuang muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kaupalingkan wajahmu Jibril? ” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. “Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat niat maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.” Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi, Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Sayyidina Ali segera mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah di antaramu.-” Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Sayyidatina Fatimah menutupkan tangan diwajahnya, dan Sayyidina Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatiii? Umatku,umatku, umatku-” Dan, pupuslah kembang hidup manusia mulia itu. Kini, mampukah kita mencinta sepertinya? Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad wa baarik wasalim ‘alaihi Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.
Kepada sahabat-sahabat muslim mari kita cintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencinta kita-. Karena sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka.
1 comment September 9, 2008






