Cimot yang pertama

September 9, 2008 at 7:21 pm 1 comment

Artikel dibawah ini merupakan kiriman saudara Dani Madea. Walaupun di prolouge gw tekanin jangan copy paste, tapi untuk menyampaikan suatu kebenaran bolehlah kita mengutip kata-kata orang, dan kita juga maklum teman kita masih berstatus mahasiswa, sang juru kunci yang sedang berjuang sendiri. Kenapa gw menganggap saudara Dani Madea meng copy paste, karena setelah gw baca isinya…

“ga mungkin” “ga banget” bukan cimot banget…. atau jangan-jangan di Bulan yang penuh rahmat dan magfiroh ini, saudara Dani Madea mendapatkan pencerahan dari Sang Penguasa Alam???

Who knows…..

CINTAILAH ALLAH DAN RASULNYA

Dani Madea

Dani Madea

Ini gue dapet saat gue ikut workshop pendidikan mudah2an dapat berguna buat temen2….

Detik-detik Rasulullah saw menjelang sakratul maut yang dicontohkan Allah lewat kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, meski langit telah mulai menguning,burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah. “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, Sunnah dan Al Qur’an.Barang siapa mencintai Sunnahku, berati mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku.” Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu.

Sayyidina Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Sayyidina Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya, Sayyidina Ustman menghela napas panjang dan Sayyidina Ali menundukkan kepalanyadalam-dalam, Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. “Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” desah hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Sayyidina Ali dan Sayyidina Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar-.Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa.

Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup, Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Sayyidatina Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Sayyidatina Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Sayyidatina Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?” “Tak tahulah aku ayah, sepertinya ia baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Beliau lembut. Lalu, Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak dikenang. “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia.

Dialah malakul maut,” kata Rasulullah. Sayyidatina Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

“Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?” tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu.” kata Jibril. Tapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan, “Engkau tidak senang mendengar kabar ini?” tanya Jibril lagi, “Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku : ‘Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya.” kata Jibril. Perlahan ruh Rasulullah ditarik,Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang, “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” Lirih Rasulullah mengaduh. Sayyidatina Fatimah terpejam, Sayyidina Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril membuang muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kaupalingkan wajahmu Jibril? ” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. “Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat niat maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.” Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi, Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Sayyidina Ali segera mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah di antaramu.-” Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Sayyidatina Fatimah menutupkan tangan diwajahnya, dan Sayyidina Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatiii? Umatku,umatku, umatku-” Dan, pupuslah kembang hidup manusia mulia itu. Kini, mampukah kita mencinta sepertinya? Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad wa baarik wasalim ‘alaihi Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

Kepada sahabat-sahabat muslim mari kita cintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencinta kita-. Karena sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka.

Entry filed under: Islamic. Tags: , .

Mulai ah…. SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H

1 Comment Add your own

  • 1. Pelunx pertama  |  September 9, 2008 at 7:29 pm

    Selamat berjuang kawan… aku tahu masa-masa itu sangat menakutkan, semua nya terbayar dengan sebuah kenikmatan yang terkira ketika kita berjalan di podium kehormatan.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


SEPUTAR TM2001 UIKA

TEMU ALUMNI PER TRIWULAN Acara Triwulan ke 3 Tanggal 17 Januari 2010 bertempat di rumah Sdr. Apen Supendi, ST. d/a Sentul

RSS Berita Bola

September 2008
M T W T F S S
« Aug   Oct »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

%d bloggers like this: